Sabtu, 07 Desember 2013

Pengantar Pendidikan : Tugas Pengantar Pendidikan + Jawaban


TUGAS
1.      Ada empat macam masalah pokok pendidikan yang dianggap sebagai masalah nasional, yaitu pemerataan, masalah mutu, masalah efisiensi dan masalah relevansi pendidikan. Tuliskan masing-masing masalah tersebut dengan sebuah contoh.
2.      Tuliskan uraian pendek yang menggambarkan saling keterkaitan antara masalah pokok pendidikan seperti yang disebutkan pada butir 1.
3.      Banyak faktor yang mempengaruhi berkembangnya masalah pendidikan, antara lain perkembangan iptek, laju pertumbuhan penduduk, aspirasi masyarakat dan keterbelakangan budaya. Tuliskan sebuah contoh dari masing-masing faktor tersebut.
4.      Identifikasi 3 buah contoh masalah aktual pendidikan selain dari masalah yang telah dimuat dalam bab ini.


JAWABAN
1.      Masalah pokok pendidkan beserta contoh:
a.       Masalah pemerataan pendidikan adalah masih banyaknya anak usia sekolah yang belum bisa ditampung dalam suatu lembaga pendidikan karena kurangnya fasilitas serta sarana yang disediakan, seperti gedung-gedung sekolah, tenaga pengajar, dan alat serta media belajar. Contohnya adalah Di kota A, banyak anak-anak yang dapat merasakan pendidikan karena di kota tersebut sarana dan prasarana pendidikan sangat lengkap dan berkualitas. Gedung sekolah sangatlah banyak, megah, dan dengan sarana yang memadai. Guru-gurunya pun memiliki skill dan kemampuan yang sesuai dengan bidangnya. Sedangkan di desa B hanya beberapa anak saja yang bersekolah karena sarana dan prasana pendidikan sangat tak lengkap dan tak memadai. Gedung sekolah hanya ada beberapa dengan daya tamping murid yang sedikit dan kondisi gedung sudah tak layak. Guru-gurunya hanya berjumlah beberapa dan mereka kebanyakan mengajar tak sesuai dengan keahlian karena mereka berjumlah sedikit sehingga mengajar rangkap. Dari contoh dapat terlihat perbandingan yang sangat jauh antara pendidikan di kota dan di desa. Terjadi tidak meratanya kesempatan mendapatkan pendidikan bagi anak usia sekolah. Untuk menangani tersebut perlu menambah sarana dan prasana di desa tersebut.
b.      Masalah mutu pendidikan adalah rendahnya kualitas Sumber Daya Manusia pendidikan dan sistem pendidikan. Contohnya adalah dalam UN masih banyak terjadi pemberian jawaban oleh guru kepada siswa. Guru tersebut memberi jawaban karena agar sekolahnya terlihat bagus dari hasil kelulusan yang tinggi. Oleh sebab perilaku tersebut keluaran dari siswa setelah lulus tak mempunyai skill dan kemampuan karena mereka lulus bukan hasil pemikiran dirinya melainkan dari guru mereka. Dari contoh dapat dilihat bahwa mutu pendidikan masih belum bermutu dan tepat efisien. Itu terjadinya karena lemahnya sistem pendidikan.
c.       Masalah efisiensi pendidikan adalah bagaimana sistem pendidikan memanfaatkan sumber daya pendidikan yang ada untuk mencapai tujuan pendidikan, ini berupa pengangkatan, penempatan dan pengembangan tenaga pengajar, dan efisiensi dalam penggunaan sarana dan prasarana. Contohnya adalah guru biologi di sebuah SMA terdapat delapan orang sedangkan guru TIK hanya ada dua orang. Dengan kondisi demikian maka salah satu guru biologi harus memegang dua mata pelajaran, yaitu biologi dan TIK. Dari contoh tersebut dapat dilihat bahwa terjadi penyimpangan dalam pengangkatan guru, karena kuota guru Biologi terlalu banyak, seharusnya kouta guru TIK ditambah agar tak terjadi guru yang mengajar pelajaran yang tak sesuai dengan keahliannya. Sehingga terjadi tidak efisiensi.
d.      Masalah relevansi pendidikan adalah jumlah output (luaran) dari sistem pendidikan yang lebih besar daripada tenaga yang dibutuhkan di lapangan dan kebanyakan tak sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Contohnya sebuah universitas menghasilkan output sarjana Hukum tiap tahunnya 1000, padahal kenyataannya dalam lapangan pengacara dan advokat sangatlah banyak. Sehingga banyak yang menganggur dan menunggu kesempatan. Dari contoh terlihat bahawa tidak adanya relevansi antara output dengan kebutuhan di lapangan. Jumlah output yang banyak sedangkan yg dibutuhkan di lapangan sangat sedikit.
2.      Masalah pokok pendidikan memiliki keterkaitan antara satu sama lainnya. Masih banyaknya anak usia sekolah yang tak mendapatkan pendidikan karena kurangnya fasilitas serta sarana yang disediakan, seperti gedung-gedung sekolah, tenaga pengajar, dan alat serta media belajar, itu terjadi karena kurangnya dukungan berupa dana dan daya. Seharusnya bila ingin mutu pendidikan yang diraih itu tinggi, kita harus memberikan kesempatan anak usia sekolah untuk bersekolah dengan didukung oleh gedung sekolah dan tenaga pengajar yang memang ditempatkan sesuai dengan keahlian. Ini menyangkut dengan efisiensinya pengangkatan dan penempatan tenaga pendidik yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Sehingga terjadi relevansi antara output dengan tenaga yang dibutuhkan di lapangan. Dengan demikian terjadi peningkatan mutu pendidikan yang berakibat banyaknya anak usia sekolah yang bersekolah dengan memiliki skill sehingga menghasilkan output yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
3.      Contoh faktor yang mempengaruhi berkembangnya masalah pendidikan:
a.       Perkembangan IPTEK dan Seni adalah masih banyaknya masyarakat, khususnya masyarakat desa yang kurang memahami dampak positif dari perkembangan IPTEK. Mereka masih gaptek dan ragu untuk memulai hal yang baru bahkan cenderung fanatisme.
b.      Laju pertumbuhan penduduk adalah pertambahan penduduk di suatu kota yang meningkat tiap tahunnya, tidak dibarengi dengan pertambahan jumlah gedung sekolah dan sarana penunjangnya.
c.       Aspirasi masyarakat adalah dalam memilih universitas, para orang tua banyak memaksakan anaknya untuk bersekolah di kedokteran atau farmasi, karena menurut mereka apabila anaknya bersekolah di jurusan tersebut maka masa depan anak akan cerah dan terjamin. Sehingga untuk mendapatkan itu para orang tua melakukan kecurangan dengan menyuap oknum universitas untuk mendapat kursi untuk anaknya.
d.      Keterbelakangan budaya adalah masyarakat desa yang memegang teguh budaya kuno tidak mau menerima program pemerintah, seperti KB, yaitu dua anak lebih baik. Mereka masih berpikiran banyak anak banyak rejeki, padahal sekarang banyak anak banyak masalah yang akan timbul. Pemikiran mereka masih berpedoman kepada tradisi kuno.
4.      Masalah aktual pendidikan:
a.       Masalah pendidikan gratis
Sekarang ini telah banyak dicanangkan di setiap kabupaten program Pendidikan Gratis. Ini merupakan upaya agar supaya semua anak usia sekolah dapat bersekolah, sehingga tidak ada lagi anak yang tak mendapatkan pendidikan. Sebenarnya program ini sangatlah bagus, tetapi praktek di lapangan yang terjadi bahwa pendidikan gratis itu tidak dibarengi dengan kualitas pendidikan itu sendiri. Mungkin karena gratis, pemerintah kurang memberi dana kepada sekolah untuk menambah sarana dan prasarana penunjang pendidikan, seperti LCD, komputer, dan alat-alat penunjang kegiatan belajar mengajar. Ini berbanding terbalik dengan sekolah yang bayar, mereka mendapat fasilitas yang lengkap dan menunjang kegiatan pendidikan sehingga terjadi peningkatan mutu dalam belajar.
b.      Masalah Bantuan Operasional Sekolah (BOS)
Pemerintah mencanangkan program Bantuan Operasional Sekolah sudah sejak lama bergulir. Program BOS ini dimaksudkan untuk membantu sekolah dalam melengkapi kebutuhannya, baik dari segi sarana dan prasarana. Namun dalam lapangan masih belum banyak efektifnya program ini dalam meningkatan kualitas pendidikan. Banyak terjadi kecurangan dalam pemberian dana BOS tersebut, seharusnya kejadian ini tak terjadi. Padahal program ini sangat lah bagus dalam meningkatan mutu pendidikan di Indonesia, tetapi karena belum pemahamannya tentang tujuan program ini maka banyak yang menyalahgunakannya. Peran orang tua murid sangatlah penting dalam mengawasi jalannya program ini di sekolah agar tak ada penyalahgunaan program ini yang berakibat tidak jalannya peningkatan mutu pendidikan.
c.       Masalah pendapatan (gaji) guru
Guru merupakan elemen yang sangat penting dalam membentuk kepribadian dan pola pikir anak bangsa, sehingga guru dikenal sebagai Pahlawan Tanpa Tanda Jasa. Dengan demikian guru seharusnya menjadi prioyitas pertama bagi pemerintah, tetapi kenyataannya guru masih dipandang sebelah mata. Dalam gaji, guru hanya menerima gaji yang tak cukup banyak, seharusnya gaji guru disamakan dengan gaji anggota dewan. Itu merupakan hadiah yang setimpal dengan beban yang ditanggung oleh guru tersebut. Tapi dengan gaji rasanya tak cukup, harus dibarengi dengan tunjangan-tunjangan lainnya. Guru merupakan pondasi awal membangun negeri.

0 komentar: